Cerbung

KENAPA MESTI AKU ??

TAK ADA YG TAHU TAKDIR KITA ITU GIMANA?
KITA TIDAK BISA MERUBAH, TAPI CUMA BISA MENGIKUTI GARIS-GARIS`NYA

Arai begitu terpukul. Mata`y berkaca -kaca. Dunia seolah mau runtuh baginya. Tapi tak ada gunanya menangis....bukankah menangis itu percuma, bukankah menangis hanyalah pantas bagi seorang wanita yang lemah seperti Nina, wanita yang sangat disayanginya, wanita yg memberikan separuh dari hidupnya." Aku pergi Na....tak perlu lagi aku menjagamu, karena sudah ada dia lelaki yg beruntung sbagai pilihan orang tuamu".
Perlahan Ngarai melepaskan tangan`y. Tak kuasa lagi dia melihat wajah memohon Nina. "Pikiranku sudah bulat, aku akan ke Ibu Kota, aku tak sanggup jika hrs melihat kau bersanding bersamanya"
"...Tapi Ar...?!" Nina kembali memegang tngan Arai
" Katakan juga sama orang tuamu, akupun bisa jd orang ! "
" aRAI !! dengar dulu !! " suara Nina semakin keras
" Percuma saja Na, percuma jika kau melarangku pergi, toh kamupun tak kuasa tuk menentang keinginan orang tuamu..." batin Arai
"maafkan aku Ar...maafkan aku....!" suara Nina smakin parau dan lirih.
" DENGER NA...LEBIH BAIK AKU MATI JIKA SAMPAI AKU TAK BISA MEMILIKIMU, DAN JIKA AKU BUKANLAH JODOHMU MUNGKIN SUATU SAAT NANTI DARI SAUDARAKU ADA YG BERJODOH DNG DARAH DAGINGMU...amin "
Arai kemudian bergegas pergi, tak mau lagi dia mengingat Nina.Wanita yg sangat dicintai dan sangat disayangi di kampungnya itu.
TOH API AKAN PADAM, JIKA BARA`NYA SUDAH MENG`ABU....

Tiga tahun sudah berlalu, dan disatu siang dikala itu
Seorang ibu menangis menjadi-jadi. Pakaian yg hbs dicuci disungaipun jatuh berserakan dialas lantai rumahnya yg msh berdebu. Hanya bisa pasrah...dan dihibur oleh anak perempuan satu-satunya dikeluarga itu.
" Kenapa Mar...kenapa bnyk org dirumah kita?" Ibu itu msh juga blm sadar.
" Yang sabar ya Bu, mngkin ini cobaan dari Allah.."
Marni sbg anak perempuan yg tertua dikeluarga itu mencoba menghibur ibunya bersama adiknya yg nomer dua.
"Apa salah kita Mar ? apa salah kita ??"
tangannya berusaha membuka peti jenazah itu, tapi orang-orang yg membawa peti itu melarangnya.
"Sebaiknya Ga usah bu, klo ibu melihatnya mngkn hati ibu akan tambah sakit "
Hanya Allah yg tau persis Arai terbunuh karena kecelakaan, dibunuh oleh orang yg sirik sama dia karena dia sngt disayangi oleh majikannya yg di Jakarta, atau karena ucapan dia sendiri ?

CINTA ITU TAK HARUS SALING MEMILIKI
KARENA CINTA TELAH CUKUP UNTUK CINTA

Ba`da Ashar sore itu

Nina tepekur di atas pusara Arai yg masih memerah.Air matanyapun mengalir tak terasa.Hanya terdengar isak tangis dari bibirnya. Sungguh ia tak mengira nasib Arai akan setragis ini.Ia tdk bisa membayangkan kalau orang yg sangat dikasihinya menemui ajal, ditempat yang jauh dari orang-orang yang dikasihinya.Bahkan kematiannyapun masih menyisakan tanda tanya.Bagaimanapun dia adalah lelaki yang telah banyak memberikan kenangan manis bersamanya.Meninggalkan dirinya karena kecewa, dan pulang setelah 3 tahun lamanya, itupun diatas mobil Ambulance yg ditumpanginya.

Semuanya sudah terlambat....dan ia tak bisa memberikan sesuatu yg berarti disisa-sisa hidupnya Arai.
Dan kini...tak sempat lg dia membawa bunga untuk ditaburkannya diatas pusara Arai,hanya doa yang bisa dia panjatkan semoga Arai bisa tenang di alam sana dan bisa memahami dirinya.

"Jika aku bersalah sama kamu...aku mohon maaf Ar..."
hening.....
tak terdengar apapun dari mulut Arai yg biasanya sok mengatur-atur Nina.Sok perhatian dan sebagainya.
Hanya semilir angin yang gemerisik diantara gesekan daun-daun pohon kamboja.
Dan suara burung gagak itu...
"Kenapa kamu diam Ar ? kenapa ?? caci makilah aku jika itu akan membuatmu merasa tenang disana..."
Perlahan Nina mengeluarkan sesuatu dari balik sakunya.
Sebuah cincin manis dari pucuk daun pohon bambu yang sudah mengering.
Sesuatu yang sangat berharga buat Nina dan juga Arai. Dimana rindu dan juga kesetiaan tersirat di dalamnya.(oughh...so lebay dech !)
"Aku tak pantas lagi menyimpan ini Ar...maafka aku."
Nina meletakkan cincin itu diatas pusara Arai.
Terkenang kembali saat-saat dia dan Arai saling bertukar cincin itu dibawah sinar bulan purnama dibawah pohon bambu dan disaksikan oleh anak-anak kecil yang bermain Gobag sodor bersamanya.

Ingin rasanya Nina mencurahkan sgala isi hatinya kembali ttg cinta, tentang sayang, tentang kehidupan, tapi mngkn tidak...untuk membahas ttg masa depan antara Arai dan dirinya.Karena Arai telah tiada.
Dan kini semuanya kini tlah berubah.

Ba`da Maghrib
Lelaki itu membanting pintu kamar itu keras-keras dan berkata...
"Pantesan aja dari tadi aku cari-cari kamu nggak ketemu ?ehh..taunya !, kenapa nggak nginep aja km tadi disana...??"
Nina hanya bisa terdiam, mngkin itu memang salahnya.Sehingga tak sempat ia menanak nasi untuk suaminya, dan juga anaknya.
"Anakmu dari tadi nangis terus, badannya panas....eh kamu malah asik pacaran sm mantanmu yg sudah jadi mayat!"terdengar ketus mulutnya.
"Mas jaga omonganmu !" kata Nina sambil menggendong bayinya
"Keluarga sendiri ditinggalin, ngurusnya diri sendiri aja..."
Nina berlari kekamarnya. Ingin rasanya dia menangis sejadi-jadinya.Disatu sisi dia memang bersalah,tapi disisi lain tak akan ada orang yang mau mengerti dirinya.
Mungkin hanya Arai...ya hanya Arai yg memang benar-benar mengerti dirinya....

APABILA CINTA DATANG MERENGKUHMU, PASRAHLAH SERTA MENYERAHLAH, MESKIPUN JALANNYA TERJAL DAN BERLIKU, DAN MESKIPUN PEDANG DIBALIK SAYAP-SAYAPNYA MELUKAIMU....

Bintang berlari terengah-engah,sulit memang bermain bola di rawa-rawa spt itu.Biarpun dirinya berusaha lari secepat Theo Wallcot atau setangguh Ivan Gattuso,tetep aj larinya seperti modem Smart (yg gak sesuai dng iklan`y di TV) loadingnya Lamaaaaaaa banget.
Walaupun begitu dia tetap berusaha sok berwibawa didepan teman-teman 1 team`y...

"Kapten adalah kapten, dan seorang kapten harus bisa mengobarkan semangat tempur pada anak buahnya!" pikirnya.Dengan sisa-sisa tenaganya dia berusaha menguasai bola sepenuhnya.Tarik napas tahan sebentar...terus buang.Mudah2an cara itu bisa mengembalikan kembali tenaganya yang telah hilang.
"Bintang !! operkan bolanya padaku..!" terdengar Ronaldowati dari kejauhan.
Baru saja bintang mau mengoperkan bolanya tiba-tiba Tsubasa, Hyuga, Wakabayashi, dan Wakabayan (kek`y yg stu ini ngarang dweh?) sudah mengelilinginya dngan formasi maut.THE FIRE DRAGON SNAKE.
blum sempat Bintang berpikir panjang tiba-tiba kepala Dragon Snake yg tak lain adlh Tsubasa sdh ada dihadapannya dan siap merebut bola.
"Watiiiiiiii...........! terima ini...! "
"Buukk !"
TING TONG
"Assalamualaikum...."
Bintang terbangun dari tdurnya.
"Hufh...sialan ternyata cma mimpi".Males sbenernya dia beranjak dari tempat tdurnya, tpi lagi-lagi swara bel membuyarkan alam bawah sadarnya.
"Ough D.A.M.N.E.D !!" Bintang melihat ke skeliling tempat tdur`y.Bantal-bantal butut yg berserakan, bahkan ada jga yg ada di atas lemari kamarnya.. (ah gak mngkin !) mngkin sewaktu dia menendang bola ternyata bantal-bantal bututnya yg menjdi sasaran.
"Tunggu sebentar! " iapun bergegas ke ruang tamu.
Begitu pintu dibuka Nyit Nyot sdh ada dihadapannya.Dengan senyum yang jauh dari kata manis dan lebih dekat ke kata najizme dia menyeringai...
"Aku mengganggu ya Tang ?" Berlagak polos...
"Oh ga papa, ada apa Nyit ?"
"Ini Tang kamu kan biasa motret,ni Kamera Nourma temen q ", tpi dia gak bisa masukin film negative`y ke sini. Tolong masukin yhua..!"
"NOURMA ???"
Bintang tertegun sejenak, dia kenal cewek yg satu ini, tpi gak kenal-kenal amat sih...cma sekedar tau nama`y n wajah`y aj sepintas...
Hitam manies,bermata indah dan berlesung pipit
"Oh iya deh, sini kameranya.."
setelah film negative dipasang Nyit-Nyot berterima kasih dan buru2 pergi...
"Thanx yhua Tang...km baik dweh.." puji Nyit-Nyot (byasa cewek.com)

Ini adalah awal...
dmana bunga-bunga cinta yg semu akan membelit dan membelit Bintang dng aromanya yg lembut, tpi menancapkan durinya yg tajam dan menebarkan serbuk racun`y yg pahit dikehihdupan`y Bintang.
"Sekuntum Mawar Berduri"

Ini cma sepenggal kisah KENAPA MESTI AKU ??

TO BE CONTINUED

0 Response to "Cerbung"

Posting Komentar